Latest Movies

Today Best choice
check all movies now playing

Kamis, 20 September 2018

Memori Pioner Inisiasi Jolotundo 2005

Inisiasi menjadi bagian tidak terpisahkan bagi kerabat Antropologi. Acara tahunan yang menjadi ajang reuni tipis-tipis terutama bagi yang telah menjadi alumni. Perkenalan lebih dalam antara  kerabat dengan mahasiswa baru yang menjadi calon kerabat. Postingan ini menjadi semacam flashback dan kerinduan pada inisiasi antropologi Unair.  Menjadi pioner KKA Antropologi Unair sudah saya lakoni sejak tahun 2004 hingga 2011 dengan beragam suka dukanya. 
Seksi Babad Alas 
Tugas pioner tidak mudah. Menyiapkan ground dengan segenap fasilitasnya. Rela mengambil jatah off kuliah bahkan ada yang bolos berangkat mulai hari Rabu. Tinggal secara semi sedentair di bumi perkemahan 4 hari 4 malam. Menitipkan hidup pada panitia, makan minum rokok semua ditanggung panitia. 
Seksi Medis sedang test drive 
Pioner sosok yang bekerja sepenuh hati untuk kenyamanan dan keamanan selama acara. Direkrut dari senior bahkan alumni yang dulu mewakili masing-masing divisi saat terlibat dalam kepanitiaan.
Makan bersama 
Dulu ketika awal menjadi pioner, makan apapun dari panitia kami terima. Panitia berupaya menyajikan makanan terbaik yang penuh gizi agar tenaga pulih keesokan hari. 
Seksi Konsumsi 
Soal nutrisi ada standar operasional ala pioner yang telah lama diterapkan. Depan tenda harus tersedia aneka minuman dari teh, wedang jahe, josua, air putih dan tentu saja kopi.
PDAM dan Sumber daya Energi 
Camilan tersedia selepas makan. Ketela rebus, pisang goreng sampai buah pisang semua tersaji sebagai nutrisi pioner yang merelakan waktunya untuk tinggal dan bekerja di camp. 
PLN
Hampir tidak ada istirahat bagi pioner. Ada saja yang dikerjakan sepanjang hari bahkan sampai malam hari. Menyiapkan jalur jalan malam, koordinasi dengan warga desa sampai ketika sore menjelang pioner bertugas menyiapkan lampu dan mengecek kondisi petromaks. Kala itu belum ada panitia yang menbawa mesin genset. Semua mengandung minyak tanah, bahkan malam hari untuk melepas jenuh saya biasa bermain akrobat meniup api dengan minyak tanah dari mulut hingga mengobarkan api sampai bisa membakar alis sendiri. 
Seksi Humas 
Jumat siang kala ada kabar pergerakan calon kerabat sudah mulai merapat, tugas pioner memantau panitia. Karena jika terjadi sesuatu pioner yang berupaya untuk maju lebih dahulu. Walaupun telah bergabung dengan tenda senior atau tamu. Pioner tetap mempunyai tanggung jawab moral untuk memantau acara sampai paripurna. Tidak jarang bersama korlap ikut ngeluthus patroli menyusuri jalur atau aktif evaluasi dan diskusi dengan seksi acara dan seksi yang lain. Pengalaman yang tidak terlupakan saat inisiasi 2006 di Coban Talun, saya termasuk pioner yang bertanggung jawab membuatkan jalur penjelajahan yang teramat sulit. Menyusuri sungai, turun naik lembah dan mlipir bukir. Saat hari H ada senior yang berkata: "Iki jalur e angel tenan, sopo sing nggawe?" (Ini jalur sulit banget siapa yang membuat?"). Panitia yang mendampingi berkata: "Pioner". Langsung spontan mendapat jawaban: "Pioner Bangsat". Kami cukup puas kala itu melihat kekompakan semua pihak dari pioner sampai panitia yang dengan gagah perkasa bekerja tanpa memperdulikan hawa dingin Coban Talun, Salam Kerabat. 

Bonus Picture:
Dosen  Sekaligus Alumni Pembimbing 

Senior Mbois 

Seksi Tenda 

BomBox

Seksi Pematusan dan Gorong-gorong 

Pak Tani: The Legend of  KKA 

Api Unggun sudah menyala 

Selasa, 04 September 2018

Selamat Jalan Prof. Glinka

Antropologi Unair berduka.  Tanggal 30 Agustus 2018, Prof. Habil Josef Glinka,  SVD berpulang untuk selamanya.  Seorang antropolog asal polandia yang mendedikasikan hidup sebagai pelayan Tuhan dan mengabdi sepenuh hati untuk perkembangan antropologi ragawi di Indonesia.  Selamat jalan Prof Glinka, semoga dedikasimu menjadi inspirasi untuk perkembangan antropologi di Indonesia. 

Minggu, 19 Agustus 2018

Perspectives: An Open Invitation To Cultural Anthropology


Author(s): Nina Brown, Laura Tubelle de González, Thomas McIlwraith

Publisher: American Anthropological Association, Year: 2017

ISBN: 978-1-931303-55-2

"We are delighted to bring to you this novel textbook, a collection of chapters on the essential topics in cultural anthropology. Different from other introductory textbooks, this book is an edited volume with each chapter written by a different author. Each author has written from their experiences working as an anthropologist and that personal touch makes for an accessible introduction to cultural anthropology." - SACC

Darwinism, Democracy, and Race: American Anthropology and Evolutionary Biology in the Twentieth Century


Author(s): John P Jackson, David J. Depew (eds.)

Series: History and Philosophy of Biology

Publisher: Routledge, Year: 2017

ISBN: 1351810774, 9781351810777

Darwinism, Democracy, and Race examines the development and defence of an argument that arose at the boundary between anthropology and evolutionary biology in twentieth-century America. In its fully articulated form, this argument simultaneously discredited scientific racism and defended free human agency in Darwinian terms.

The volume is timely because it gives readers a key to assessing contemporary debates about the biology of race. By working across disciplinary lines, the book’s focal figures--the anthropologist Franz Boas, the cultural anthropologist Alfred Kroeber, the geneticist Theodosius Dobzhansky, and the physical anthropologist Sherwood Washburn--found increasingly persuasive ways of cutting between genetic determinist and social constructionist views of race by grounding Boas’s racially egalitarian, culturally relativistic, and democratically pluralistic ethic in a distinctive version of the genetic theory of natural selection. Collaborators in making and defending this argument included Ashley Montagu, Stephen Jay Gould, and Richard Lewontin.

Darwinism, Democracy, and Race will appeal to advanced undergraduates, graduate students, and academics interested in subjects including Philosophy, Critical Race Theory, Sociology of Race, History of Biology and Anthropology, and Rhetoric of Science.

Somali, Muslim, British: Striving in Securitized Britain

Author(s): Giulia Liberatore

Series: London School of Economics Monographs on Social Anthropology

Publisher: Bloomsbury, Year: 2017

ISBN: 1350027731, 9781350027732


Somalis are one of the most chastised Muslim communities in Europe. Depicted in the news as victims of female genital mutilation, perpetrators of gang violence, or more recently, as radical Islamists, Somalis have been cast as a threat to social cohesion, national identity, and security in Britain and beyond. 

Somali, Muslim, British shifts attention away from these public representations to provide a detailed ethnographic study of Somali Muslim women's engagements with religion, political discourses, and public culture in the United Kingdom. 

The book chronicles the aspirations of different generations of Somali women as they respond to publicly charged questions of what it means to be Muslim, Somali, and British. By challenging and reconfiguring the dominant political frameworks in which they are immersed, these women imagine new ways of being in securitized Britain. Giulia Liberatore provides a nuanced account of Islamic piety, arguing that it needs to be understood as one among many forms of striving that individuals pursue throughout their lives.

Bringing new perspectives to debates about Islam and multiculturalism in Europe, this book makes an important contribution to the anthropology of religion, subjectivity, and gender.

The Concept of Action

Author(s): Nick J. Enfield, Jack Sidnell

Series: New Departures in Anthropology

Publisher: Cambridge University Press, Year: 2017

ISBN: 9781108514507

When people do things with words, how do we know what they are doing? Many scholars have assumed a category of things called actions: 'requests', 'proposals', 'complaints', 'excuses'. The idea is both convenient and intuitive, but as this book argues, it is a spurious concept of action. In interaction, a person's primary task is to decide how to respond, not to label what someone just did. The labeling of actions is a meta-level process, appropriate only when we wish to draw attention to others' behaviors in order to quiz, sanction, praise, blame, or otherwise hold them to account. This book develops a new account of action grounded in certain fundamental ideas about the nature of human sociality: that social conduct is naturally interpreted as purposeful; that human behavior is shaped under a tyranny of social accountability; and that language is our central resource for social action and reaction.